www.NaizalNorewan.com

Saddia Naizal Norewan Publications

Berita Seputar Penerimaan CPNS Oktober 2008 di Jambi Ekspres

Komunitas Jambi: Pesimis Bisa Lolos CPNS
Posted on Saturday, October 18 @ 02:51:13 WIT by yudie

|18-10-2008|

Dulu Lebih Tertarik Berdagang

JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi dan seluruh kabupaten di Bumi Pucuk Jambi Sembilan Lurah kembali membuka kesempatan bagi warga Jambi untuk menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Peluang yang banyak dinantikan para lulusan sekolah dan sarjana dalam berbagai jurusan itu juga banyak menarik hati warga Tionghoa Jambi. Meski begitu, mereka umumnya enggan ambil bagian karena tak yakin akan lulus seleksi.

Tak dapat dipungkiri, menjadi pegawai negeri sipil (PNS) seolah sudah menjadi suatu kebanggaan tersendiri saat ini. Buktinya, begitu pengumuman penerimaan CPNS diumumkan, otomatis berbondong-bondong masyarakat ingin mendaftarkan diri. Padahal isu tentang kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) selalu mengiringi. Seiring perkembangan zaman, minat masyarakat etnis Tionghoa menjadi PNS juga semakin besar. Kondisi itu jauh berbeda jika dibandingkan beberapa tahun silam. Dahulu warga etnis Tionghoa yang ingin menjadi PNS hanya bisa dihitung dengan jari. Mereka lebih memilih meneruskan usaha orangtuanya atau berdagang.

Airin, salah seorang jamaah Vihara Jaya Manggala, misalnya. Ia mengaku cukup tertarik menjadi PNS. Meski begitu ia merasa kesempatan untuk itu sangat tipis dan kecil sekali. “Kalau ditanya apakah mau jadi PNS, jelas saya mau. Tapi siapa yang menjamin saya bisa lulus. Apalagi cukup banyak yang mendambakan kesempatan itu dengan jumlah permintaan yang sangat terbatas,” beber lulusan SMA Xaverius Jambi itu. Ia menegaskan, menjadi PNS cukup banyak untungnya. Salah satunya kehidupan di masa tua lebih terjamin karena ada dana pensiun.

Keinginan untuk menjadi PNS atau alat negara di zaman sekarang juga datang dari Febby, mahasiswa Fakultas Ekonomi Unja Jambi.“Saya sangat bersyukur sekali kalau bisa  jadi PNS setelah selesai kuliah,” ujarnya. Ia mengatakan, keinginannya bekerja di instansi pemerintah lebih didorong keinginan memiliki hidup lebih terjamin. “Kalau jadi PNS kan ada jaminan di hari tua, yakni uang pensiun. Ini berbeda jika kita bekerja di instansi swasta,” bebernya.

Ia juga mengatakan tak begitu tertarik meneruskan usaha toko kelontong milik ayahnya. “Berbisnis sekarang ini susah, persaingan semakin ketat, pasarnya juga terus terbagi. Kalau jadi PNS kan enak, pergi pagi pulang sore, jadi hidup lebih teratur. Selain itu hari tua juga terjamin,” katanya. Junaidi, Kasi Bimbingan Sumbangan Sosial KSPM (Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat) Jambi, salah seorang warga Tionghoa Jambi yang telah menjadi PNS di Jambi, menuturkan, dulu minat masyarakat etnis Tionghoa yang ingin menjadi PNS jumlahnya kecil. “Mereka lebih memilih meneruskan usaha orangtuanya atau berdagang,” ujarnya.Junaidi mengakui, dulu masyarakat etnis Tionghoa memang tidak berminat menjadi PNS. Apalagi mereka yang datang dari ekonomi menengah ke atas. “Ya, untuk apalagi kalau ekonomi mereka sudah mapan, mereka tinggal meneruskan usaha orangtuanya saja,” katanya.

Kurang berminatnya masyarakat etnis Tionghoa menjadi PNS bisa jadi karena sejak kecil sudah ditanamkan jiwa berdagang oleh orangtuanya. “Matapencarian orang Tionghoa itu umumnya kan  berdagang. Mungkin karena sudah sejak kecil melihat orangtuanya berdagang, setelah dewasa ikut berdagang pula,” bebernya.Saat ini minat masyarakat etnis Tionghoa menjadi PNS sangat besar. Bahkan kesempatannya juga semakin terbuka. Meski begitu jumlah masyarakat Tionghoa yang menjadi PNS, TNI, ataupun Polri tetap saja minim.(usi)

 

October 19, 2008 - Posted by naizalnorewan | Petikan website, Test Penerimaan CPNS | | No Comments Yet

No comments yet.

Leave a comment